Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna Akmil Tingkat IV/Sermatutar Tp. 2017/2018 | Foto : Penrem/023
WARTATAPANULINEWS.BLOGSPOT.COM, MAGELANG | Perwira merupakan suri
tauladan dan sumber inspirasi bagi anak buahnya, baik dalam hal sikap,
perkataan maupun perbuatan. Perwira harus memiliki sikap karakter sebagai
pemimpin yang kredibel, jujur, bijaksana dan selalu mengutamakan kepentingan
negara di atas segala-galanya.
Hal tersebut disampaikan Kasad
Jenderal TNI Mulyono dalam sambutannya pada upacara Penutupan Pendidikan dan
Wisuda Sarjana Taruna Akmil Tingkat IV/Sermatutar Tp. 2017/2018, bertempat di
Gedung Moch. Lily Rochli, Megelang, Jawa Tengah, Selasa (10/7/2018).
Kasad Jenderal TNI Mulyono
mengatakan, tahun 2018 ini adalah merupakan tahun kelulusan kedua bagi Taruni
Akademi Militer. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI AD mendukung serta
menerapkan prinsip kesetaraan kesempatan antara pria dan wanita dalam berkarir
di TNI AD melalui jalur Akademi Militer. “Meskipun demikian, sesuai budaya
ketimuran, kita tetap memperhatikan hal-hal khusus yang merupakan kodrat
seorang wanita dalam menerapkan pola pembinaan di institusi pendidikan
ini,”ujarnya.
Lanjutnya, Secara khusus, Kasad
mengucapkan selamat kepada Sermatutar Rovi Ardya Prawira, S.Tr.(Han) lulusan terbaik yang mendapatkan
penghargaan Adhimakayasa dan Sermatutar Dhian Kurnia Fitri, S.Tr.(Han) yang meraih Anindya Wiratama.
Penghargaan itu merupakan pengakuan atas kerja keras dan capaian yang telah
diperoleh selama pelaksanaan pendidikan.
Jenderal TNI Mulyono berharap,
hasil pendidikan dan latihan yang telah diperoleh benar-benar dipedomani dalam
pelaksanaan tugas nanti di satuan. Proses belajar dan berlatih merupakan hal
yang harus berlangsung terus-menerus dalam rangka mencapai tingkat
profesionalisme yang diinginkan. “Jangan segan untuk terus belajar baik melalui
jalur formal maupun informal. Proses pembelajaran ini salah satunya dapat
dibudayakan melalui penanaman kebiasaan membaca beragam literatur pengetahuan
yang ada. Dengan bermacam pengetahuan yang di peroleh dari bacaan tersebut,
wawasan dan kedewasaan berpikir pasti akan bertambah dan nantinya akan berguna
untuk mendukung pelaksanaan tugas di institusi TNI AD,”ucapnya.
“Prestasi akademik yang telah
dicapai di Akademi Militer tersebut belum menjadi sebuah jaminan bahwa kalian
nantinya akan memiliki prestasi dan keberhasilan yang sama di medan penugasan.
Dibutuhkan pula tekad, komitmen, disiplin dan integritas yang kuat serta
kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika lingkungan penugasan
yang sangat dinamis dan bervariasi,”tegas Mulyono lulusan Akmil 1983 ini.
Berakhirnya masa pendidikan di
Akademi Militer merupakan awal dari rangkaian panjang penugasan dan pengabdian
yang sesungguhnya, sebagai Perwira TNI AD yang profesional dan dicintai rakyat.
“Berpegang teguh pada idealisme
keprajuritan selama mengabdi pada bangsa dan negara dengan selalu berpedoman
pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Dengan melakukan hal tersebut, kalian
akan dapat berperan sebagai contoh dan tauladan bagi anak buah dalam
melaksanakan tugas sehari-hari,”Kata Mulyono
Mulyono menambahkan, para
Taruna/i selalu berupaya meningkatkan kualitas diri dan daya saing individual
masing-masing agar dapat menjawab tantangan jaman yang semakin kompleks
tersebut.
“Jadikanlah perkembangan
teknologi informasi menjadi sarana pendukung untuk menjadi Perwira-Perwira yang
memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, baik di bidang profesionalisme
kemiliteran maupun dalam aspek-aspek lainnya,”ungkapnya.
Mulyono mengingatkan kepada Taruna Tingkat IV yang
akan segera dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Perwira, bahwa lulusan Akmil
adalah prajurit profesional yang dibekali kemampuan akademis. Kemampuan
profesional militer menjadi hal mutlak yang harus dikedepankan sambil
senantiasa berupaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas intelektualnya
sesuai tuntutan jaman,” Timpal Mulyono. (ben/Penrem/023)


Komentar
Posting Komentar