Ditabrak L-300, Rumia Pasaribu Meninggal di RSUD Pandan


Rumia Pasaribu saat menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit RSUD Pandan | Foto : Benny Setiawan (allen)


WARTATAPANULINEWS.BLOGSPOT.COM, TAPTENG | Kembali kecelakaan maut terjadi di jalan Sibolga-Padang Sidimpuan Km 41,7 tepatnya didepan Masjid Raya Subussalam Lingkungan 3 Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Senin (8/7) sekitar Pukul 07.00 Wib.

Seorang penumpang beca bermotor (betor) atas nama Rumia Pasaribu (52) warga Kelurahan Pinangbaru Kecamatan Pinangsori, Tapteng, tewas setelah sebelumnya mendapatkan perawatan dari petugas medis RSUD Pandan. Sementara 2 penumpang lainnya dan supir betor menderita luka-luka di tangan, kaki dan kepala.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat mini bus L-300 merk TKB jurusan Medan-Batangtoru dengan nopol BB 1002 JA melaju di Jalinsum Sibabangun dari arah Sibolga. Saat itu posisi mini bus berada di belakang betor nopol BB 3114 MU yang dikemudikan Satria Siregar (31), waga Kelurahan Pinangbaru. Kecamatan Pinangsori, yang juga melaju menuju arah Sidempuan.

Mendekati Masjid Raya Subulussalam, mini bus yang dikemudikan supir yang belum diketahui namanya ini menabrak betor dari belakang.

Hantaman yang sangat keras membuat betor terbalik dengan posisi ban keatas.Akibatnya, pengemudi dan 5 penumpang yang masih satu keluarga ini bergelimpangan di badan dan beram jalan.

Spontan, warga sekitar yang sedang sarapan pagi di warung dekat TKP berhamburan untuk memberikan pertolongan. 4 korban luka-luka dilarikan ke Puskesmas Sibabangun untuk mendapatkan pertolongan medis.

Rumia Pasaribu, salah satu korban yang menderita luka serius pada bagian kepala dan wajah, segera dirujuk ke RSUD Pandan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Malang, setelah mendapatkan perawatan sekitar 3 jam, wanita yang berprofesi sebagai pedagang pakaian ini, menghembuskan napas terakhirnya.

Disebut-sebut, Rumia Pasaribu bersama dengan anaknya
Yuhyanti Silaban (27) dan Rahmaida Silaban (18), hendak menuju pasar Hutagodang, Tapsel, untuk berjualan. Dua anak Satria Siregar (menantu Rumia,red) ikut berada di dalam betor.

“Mau berjualan ke pasar Huagodang,” ujar salah seorang kerabat korban, saat ditemui dirumah duka di Kelurahan Pinangbaru.

Adapun penumpang betor yang menderita luka-luka yakni, Nandra Afka (4) dan Yuhyanti Silaban (27).

Kedua korban mengalami luka pada bagian kepala, badan dan kaki. Yuhyanti juga mengalami patah tangan kiri. Satria Siregar (pengemudi betor) menderita luka lecet pada bagian kaki. Sementara 2 penumpang lainnya, Rahmaida Silaban (18) dan Naila Siregar (5),saat ini masih di rawat di Rumah sakit,Pandan.

Terpisah di rumah Duka,korban tabrakan (Dunia Br.Pasaribu), ini disambut isak tangis keluarga dan sanak famili.Ratusan warga berkumpul di rumah duka ,rencana Almarhum akan di keburukan besok selasa 10 juli 2018,mengingat keluarga korban masih ada yang berada di perjalanan.Info yang di peroleh awak media di Lokasi menyebutkan kalau koran, berangkat dari rumah pagi hari,hendak berjualan pakaian. (ben)





Komentar